• MA ZAINUL BAHAR
  • +6282177777345
  • admin@mazainulbahar.sch.id

BERITA

  • Mewujudkan Sekolah Tanpa Kertas dengan UNBK

    Mewujudkan Sekolah Tanpa Kertas dengan UNBK

    Bagaimana pun konsep paperless school (sekolah tanpa kertas) yang pernah dilontarkan BJ Habibie pada waktu yang lalu pada pertemuan Konvensi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), patut kita apresiasi dan acungkan jempol. Utamanya untuk merangsang kalangan pendidik di tanah air yang konon kedodoran agar bersegera meninggalkan gaya lama dengan tidak mau bergaul lebih lanjut dalam dinamika era digital, sehingga bangsa ini akhirnya tenggelam dalam kegelapan teknologi akibat gaptek, seperti disinyalir banyak pihak atas ketermelekan ICT guru di tanah akhir-akhir ini kurang meyakinkan. Selanjutnya, apakah kita sudah paham akan paperless school dari apa yang diwacanakan BJ.habibie? Mari coba kita buka “misteri pendidikan era digital ini bersama-sama.

    Mantan Presiden Republik Indonesia ketiga ini menawarkan wacana untuk mengembangkan sekolah terpadu tanpa kertas (paperless school), dengan mengandalkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi. Habibie mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus bersiap mengembangkan sekolah yang tidak menggunakan kertas lagi. Jika ada kesulitan, siswa bisa berselancar di internet mencari jawabannya. Konsep paperless school ini tentu saja berdampak pada kebutuhan guru yang lebih mengerti teknologi dan hal ini perlu dipersiapkan. “Tidak ada salahnya kita memiliki ‘pilot project’. Katakanlah dimulai dari Jakarta biar murah, dan sekolah jarak jauh untuk daerah yang dibiayai anggaran pemerintah pusat dan daerah. Dan juga harus dibantu perusahaan Teknologi Informasi dan suatu tender internasional,” kata beliau.

    Dalam tulisan www.educationworld.com, telah dibahas sebuah Isu Jejaring Sekolah dengan Center Computer dan pemanfaatan Sumber Daya Internet yang mengusung pembelajaran melalui – Paperless School- untuk membantu guru dan pembelajar (siswa) mengurangi penggunaan kertas serta sekaligus mendukung tercipatanya konsep sekolah green (ramah lingkungan). Guru dapat menjaga nilai dan kehadirannya secara online dan menggunakan teks yang tersedia tanpa biaya .

    Bagaimana pembelajaran tanpa kertas ini akan terus berjalan? (Jawabannya) adalah ”class paperless” hanya untuk kelas pada posisi tertentu (sudut) ? Termasuk : Dan aktifitas dari rautan pensil siswa tidak lagi akan mengganggu pembelajaran yang dibawakan guru. Pada Eminnce Middle School diujicoba paperless class, guru Stephanie Sorrell telah menyelesaikan tugas yang tadinya tampaknya mustahil bisa mengubah dirinya pada kelas tujuh dan kelas delapan menjadi masyarakat paperless ! Kedepannya (model kelas demikian) bisa menjadi contoh dari gerakan kelas tanpa kertas (paperless) dan mungkin suatu hari nanti akan menjadi sekolah tanpa kertas ( paperless school). Kelas Sorrell ini telah didaulat sebagai proyek percobaan . Kelas dipantau untuk memperkenalkan teknologi dan sangat bisa meningkatkan prestasi siswa,” katanya . Setiap murid-muridnya sekarang telah memiliki personal digital assistant (PDA) yang memungkinkan mereka untuk menerima tes dan sekaligus melakukan pekerjaan rumah melalui jaringan sinar inframerah dari Sorrell PDA . Alih-alih bisa menghemat tenaga daripada berdiri di depan mesin fotokopi selama berjam-jam untuk mempersiapkan tes, maka guru Sorrel dapat memberikan jenis tes dan pekerjaan rumah dari komputer di rumahnya dengan cara mentransfer data guru (mereka) ke PDA yang anak gunakan di sekolah. Jadi, nampaknya jauh sebelum wacana Habibie ini diungkap oleh media, sebuah sekolah berbasis teknologi di pedesaan pun telah dapat melakukannya. Semua perangkat digital disediakan oleh siswa atau orangtua. Bahkan siswa pun wajib mempunyai gadget baik itu netbook, notebook, tablet, atau smart phone. Mereka juga harus memiliki modem untuk fasilitas ketersediaan jaringan internet. Semoga konsep sekolah green yang paperless ini, turut menginspirasi lembaga pendidikan kita semua. Apalagi di era sekarang dalam sistem pendidikan global yang juga tengah memasuki sebuah era penyimpanan dan sharing informasi digital dengan konsep “Cloud Based Learning” (Pembelajaran Berbasis Teknologi Komputasi). Yang kini kita sebut CBT (Computer based test) yang dalam bahasa indonesianya UBK (Ujian Berbasis Komputer).

    Selamat datang era sekolah ramah lingkungan paperless school di Indonesia !

    Sumber : Stevenruntuwene.w1ordpress.com

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks